Setiap kali mencoba melucuti syair-syair ditengah malam..
Tak pernah menemui kata tenang di jiwa,
Disana apakah sama merasa juga,seperti disini,
Yang setiap bebayangnya hanya nampak kerinduan.
Tak pernah berhenti memuja,bahkan Tuhan hampir muak,mungkin???
Merasa tak hidup,jika tanpa mengingat janji,
Namun kenyataan disana sengaja hirap,menikam hati hingga mati.
Nestapa disini,hingga menganga lukanya
Semoga disana setiap langkahnya,tetap meliputi aku yang ditinggalkan nya.
Ada perpisahan yang tak perlu ditawar,
Apa menurut mu tuan?
Masihkah aku di ruang sudut paling kecil itu,
Bahkan jika nama mungkin dalam ingatanmu,
Mengapa di bangunkan dalam sukmaku jika,terlarang seperti ini?
Mengapa tidak kau bantu aku mempertanyakan pada Tuhan tentang kita ini?
Siapa perduli,kemarilah akan kuceritakan tentang aku,asa,dan rasaku yang dihakimi.